Laman

Jumat, 25 Maret 2016

ILMU BUDAYA DASAR



ANALISIS PENGERTIAN ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar adalah cabang ilmu pengetahuan yang merupakan integrasi dari dua ilmu lainnya, yaitu ilmu sosial yang juga merupakan sosiologi (sosio:sosial, logos: ilmu) dan ilmu budaya yang merupakan salah satu cabang dari ilmu sosial. Pengertian lebih lanjut tentang ilmu sosial adalah cabang ilmu pengetahuan yang menggunakan berbagai disiplin ilmu untuk menanggapi masalah-masalah sosial, sedangkan ilmu budaya adalah ilmu yang termasuk dalam pengetahuan budaya, mengkaji masalah kemanusiaan dan budaya.
Secara umum dapat dikatakan ilmu sosial dan budaya dasar merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah sosial manusia dan kebudayaan. Istilah ISBD dikembangkan pertama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang artinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang asal mula ilmu sosial dan budaya dasar, perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :
  1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ). Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi.
  2. Ilmu-ilmu sosial ( social scince ). Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tetapi hasil pengkajian ini lebih bersifat kualitatif, sebab hal ini menyangkut pola perilaku dan tingkah laku manusia di masyarakat yang cenderung berubah-ubah.
  3. Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu sosial dan budaya dasar adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah sosial manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain ISBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan sosial budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah sosial manusia di masyarakat dalam tingkah lakunya dalam kehidupan dan kebudayaan yang menyertainya.
Ilmu sosial dan budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Inggris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu sosial dan budaya dasar bukan hanya ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah sosial manusia dan kebudayaannya.
Bertitik tolak dari kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah ISBD. Kedua masalah pokok itu adalah :
  1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya
  2. Hakikat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah ISBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam ilmu sosial dan budaya dasar ini.

ILMU BUDAYA DASAR



Rangkuman BAB 1 IBD.

A. Ilmu Budaya Dasar Sebagai Bagian Dari Mata Kuliah Dasar Umum
 Ilmu budaya dasar merupakan salah satu komponen dari sejumlah mata kuliah dasar (MKDU) yang merupakan mata kuliah wajib di semua perguruan tinggi, baik yang sifatnya eksakta maupun non eksakta.

Secara khusus MKDU bertujuan untuk menghasilkan warga negara sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut :
  1. Berjiwa Pancasila yang tercemin pada keputusan dan tindakannya.
  2. Takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  3. Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral dalam menyikapi permasalahan diberbagai aspek.
  4. Memiliki wawasan budaya yang luas
B. Pengertian Ilmu Budaya Dasar
 Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep – konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah – masalah manusia dan kebudayaan.

C. Tujuan Ilmu Budaya Dasar
 Penyajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep – konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah – masalah manusia dan kebudayaan.

Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat :
  1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
  2. Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan – persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
  3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing – masing.
  4. Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.

Minggu, 24 Januari 2016

PERAN ARSITEKTUR TERHADAP TEKNOLOGI DAN EKONOMI



TUGAS ILMU SOSIAL DASAR
“Peran Arsitektur Bagi Pemuda dan Pendidikan”


HILDATUL FARACH
23315162
1TB01
PERAN ARSITEKTUR TERHADAP TEKNOLOGI DAN EKONOMI
  
  Bab I
Pendahuluan
A.    Latar Belakang
Perkembangan dunia dalam segi pembangunan membawa pengaruh yang kuat terhadap perkembangan di berbagai bidang, seperti arsitektur. Perubahan zaman menuntut arsitek lebih berperan dalam meningkatkan kemajuan pembangunan dalam negeri. Bersamaan dengan itu maka peran arsitek bukan hanya membangun satu bangunan berdiri kokoh tetapi membuat bagaimana satu bangunan dapat berdiri serta mencerminkan identitas bangsa, seperti halnya icon negeri yaitu Monas, Tugu Tani dan lain sebagainya.
Tuntutan ini perlu diimbangi dengan sebuah sumber daya yang dapat mendukung kinerja arsitektur. Sumber daya yang dapat digunakan seperti pemanfaatan teknologi dalam ilmu arsitek. Penggabung dari berbagai bidang ilmu ini dan munculnya bahan-bahan bangunan baru serta teknologi, seorang arsitek akan mampu memfokuskan dari aspek teknis bangunan menuju ke estetika.

B.    Rumusan Masalah :
1.     Hubungan Arsitektur dengan Teknologi Informasi ?
2.     Manfaat Teknologi dibidang Arsitektur ?
3.     Apa saja software yang digunaka dalam bidang arsitektur ?

C.    Tujuan :
-         Mengetahui peran teknologi informasi dalam bidang arsitektur
-         Manfaat teknologi dibidang arsitektur
-         Software yang digunakan dalam bidang arsitektur
-         Memenuhi tugas besar ilmu sosial dasar 1TB01






Bab II

Pembahasan

A.   TEKNOLOGI  INFORMASI DALAM BIDANG ARSITEKTUR

Teknologi, di pihak lain, adalah aplikasi dari prinsip-prinsip keilmuan, sehingga menghasilkan sesuatu yang berarti bagi kehidupan manusia. Aplikasi prinsip-prinsip ini dapat dalam lapangan teknik maupun sosial. (supriadi, 1994;116).
Terkait teknologi, komputer dalam dunia arsitektur telah dimulai sejak komputer ditemukan. Bentuk keterlibatan itu tentu tidak sama dengan yang kita pikirkan saat ini. komputer generasi terkini menghasilkan gambar-gambar yang sangat realistis, itu seolah-olah menjadi bukti dominan keterlibatan komputer dalam arsitektur. Sedangkan komputer generasi terdahulunya, pertama kali komputer terlibat dalam desain arsitektur dalam bentuk bantuan menghitung konstruksi, penggambaran dan semacamnya.
Proses arsitektur memanfaatkan komputer sejalan dengan perkembangan kemampuan komputer. Saat komputer generasi baru mampu melakukan perhitungan berat seperti yang diperlukan pada proses render arsitektur 3D, maka dunia desain arsitektur menanggapi dengan optimis dan ketertarikan yang tinggi. Dari hal tersebut gambar-gambar presentasi desain arsitektur nyaris tidak dapat dibedakan dengan kondisi nyata. Jika kita memakai proses desain yang paling sederhana, yang telah dipakai oleh para arsitek sejak ratusan tahun yang lalu, maka terlihat bahwa komputer dapat berperan di tahap mana saja.

B.   Manfaat Teknologi di bidang Arsitektur

Dalam bidang arsitektur bukan hanya pengguna bangunan yang akan menikmati tekonologi yang maju, namun juga dinikmati oleh pihak perancang banguna. Di bidang bangunan / arsitektur, manusia akan lebih dimudahkan hidupnya dengan bantuan IT. Kegiatan perancangan dan pembangunan gedung pasti membutuhkan beberapa data yang mendukung untuk dibangunnya suatu gedung / rumah. Dengan ternik konvensional pengumpulan data cukup sulit untuk dilakukan dan pada akhirnya kesesuaian antara spesifikasi bangunan dan keadaan sesungguhnya menjadi berkurang. Akan tetapi seiing dengan majunya teknologi informasi, kegiatan pengumpulan data menjadi lebih cepat dan lebih sesuai dengan kriteria dari jenis bangunan yang akan dibuat (misalnya data kelembaban tanah, data kadar air tanah, data jumlah populasi dalam suatu daerah, data tingkat polusi udara, dan lain-lain). Dengan pengaplikasian IT pada arsitektur, pencemaran lingkungan dan kerusakan alam dapat diminimalisir dan tingkat keamanan dari bahaya semakin meningkat.

Selain kemudahan yang dialami oleh pihak perancang / arsitek, ada juga kemudahan bagi para pengguna bangunan. Ketika IT sudah terintegrasi dengan semua bagian rumah, segala urusan yang seringkali membuat repot dapat diminimalisir. Pencegahan dari terjadinya bahaya mengancam seperti pencurian dan kebakaran, bahkan pencegahan dari hal sepele seperti jemuran yang basah terkena hujanpun membaik.

Contoh pengaplikasian dari IT di bidang arsitektur bagi arsitek yaitu penggunaan internet untuk mendapatkan berbagai macam model bangunan yang hendak dibuat. Dengan menggunakan search engine seperti google.com, yahoo.com, altavista, dan sebagainya seorang arsitek dapat menemukan inspirasi dan memilih model yang akan digunakan. Selain itu informasi keadaan daerah yang akan dibangunpun dapat dicari menggunakan search engine atau menggunakan aplikasi peta seperti Google Earth.

Penggunaan internet memang baik, namun dalam hal model bangunan tidak selalu sesuai dengan pikiran sang arsitek dan keinginan konsumen. Ada kalanya kita harus menggunakan cara lain seperti penggunaan aplikasi 3D yang terhubung dengan layanan peta internet seperti Google Maps atau Wikimapia yang digunakan untuk merancang bangunan secara cepat, akurat, dan sesuai dengan keinginan konsumen. Demikian juga mengenai informasi dareah tempat bangunan yang didapat dari internet tidak selalu dapat dipercaya. Seorang arsitek nantinya akan menggunakan alat untuk melihat struktur tanah melalui tingkat suhu dan kelembaban tanah dengan menggunakan sensor thermal dan sensor kadar air, serta alat penguji tingkat kebisingan menggunakan sensor suara untuk memastikan bangunan yang didirikan menjamin kesehatan psikologi dari pemilik bangunan.

Sedangkan contoh pengaplikasian dari IT di bidang arsitektur yang memudahkan pemilik / pengguna bangunan yaitu penggunaan sensor cahaya untuk menyalakan lampu secara otomatis, penggunaan sinyal Bluetooth dan teknologi enkripsi untuk membuka pintu pagar secara otomatis sehingga pemilik rumah tidak perlu repot-repot turun dari mobil untuk membuka pagar namun rumah tetap dapat dipastikan aman, RFID dan fingerprint sebagai pengganti kunci ruangan, penggunaan clock untuk mengatur jadwal alat pembersih ruangan, jadwal pengisian air bak mandi, jadwal aktifnya AC ataupun penghangat ruangan, penggunaan solar cell untuk menghapus biaya listrik dan menghemat bahan bakar fosil, penggunaan dsb.

C.    Software yang digunakan dalam bidang arsitektur

1.      Auto CAD
Perangkat lunak computer CAD untuk menggambarkan 2 dimenasi dan 3 dimensi yang dikebangkan oleh autodesk.

2.      3d studio MAX
Sering digunakan sebagai software animasi, baik animasi arsitekture maupun grafis seperti animasi film.

3.      Revit arsitekture
Software ini merupakan software gabungan dari AutoCAD dan 3dMAX, karena produk ini bisa membuat tampilan 2d dan 3d secara bersamaan.
4.      archiCad
software ini memiliki kesamaan sistem dengan revit, namun untuk masalah rendering sistem masih jauh berbeda dengan revit. Lebih banyak diigunakan dibeberapa konsultan diindonesia karena dari segi dimensional  telah sesuai dengan standar dimensi diindonesia.
5.      Google Sketchup
Google sketchup memiliki fasilitas gudang gambar 3d yang menyediakan beberapa library desain 3d yang berasal dari pengguna Google Sketchup lain diseluruh indonesia.



Daftar Pusaka