TUGAS ILMU SOSIAL DAS
AR
“Peran Arsitektur Bagi Pemuda dan Pendidikan”
AR“Peran Arsitektur Bagi Pemuda dan Pendidikan”
HILDATUL FARACH
23315162
1TB01
PERAN ARSITEKTUR TERHADAP TEKNOLOGI DAN
EKONOMI
Bab I
Pendahuluan
A.
Latar Belakang
Perkembangan dunia dalam segi
pembangunan membawa pengaruh yang kuat terhadap perkembangan di berbagai
bidang, seperti arsitektur. Perubahan zaman menuntut arsitek lebih berperan
dalam meningkatkan kemajuan pembangunan dalam negeri. Bersamaan dengan itu maka
peran arsitek bukan hanya membangun satu bangunan berdiri kokoh tetapi membuat
bagaimana satu bangunan dapat berdiri serta mencerminkan identitas bangsa,
seperti halnya icon negeri yaitu Monas, Tugu Tani dan lain sebagainya.
Tuntutan ini perlu diimbangi dengan
sebuah sumber daya yang dapat mendukung kinerja arsitektur. Sumber daya yang
dapat digunakan seperti pemanfaatan teknologi dalam ilmu arsitek. Penggabung
dari berbagai bidang ilmu ini dan munculnya bahan-bahan bangunan baru serta
teknologi, seorang arsitek akan mampu memfokuskan dari aspek teknis bangunan
menuju ke estetika.
B.
Rumusan Masalah :
1.
Hubungan Arsitektur dengan Teknologi Informasi ?
2.
Manfaat Teknologi dibidang Arsitektur ?
3.
Apa saja software yang digunaka dalam bidang arsitektur ?
C.
Tujuan :
-
Mengetahui peran teknologi informasi dalam bidang arsitektur
-
Manfaat teknologi dibidang arsitektur
-
Software yang
digunakan dalam bidang arsitektur
-
Memenuhi tugas besar ilmu sosial dasar 1TB01
Bab II
Pembahasan
A. TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIDANG ARSITEKTUR
Teknologi, di pihak lain, adalah aplikasi dari prinsip-prinsip
keilmuan, sehingga menghasilkan sesuatu yang berarti bagi kehidupan manusia.
Aplikasi prinsip-prinsip ini dapat dalam lapangan teknik maupun sosial.
(supriadi, 1994;116).
Terkait teknologi, komputer dalam dunia arsitektur
telah dimulai sejak komputer ditemukan. Bentuk keterlibatan itu tentu tidak
sama dengan yang kita pikirkan saat ini. komputer generasi terkini menghasilkan
gambar-gambar yang sangat realistis, itu seolah-olah menjadi bukti dominan
keterlibatan komputer dalam arsitektur. Sedangkan komputer generasi
terdahulunya, pertama kali komputer terlibat dalam desain arsitektur dalam
bentuk bantuan menghitung konstruksi, penggambaran dan semacamnya.
Proses arsitektur memanfaatkan
komputer sejalan dengan perkembangan kemampuan komputer. Saat komputer generasi
baru mampu melakukan perhitungan berat seperti yang diperlukan pada proses
render arsitektur 3D, maka dunia desain arsitektur menanggapi dengan optimis
dan ketertarikan yang tinggi. Dari hal tersebut gambar-gambar presentasi desain
arsitektur nyaris tidak dapat dibedakan dengan kondisi nyata. Jika kita memakai
proses desain yang paling sederhana, yang telah dipakai oleh para arsitek sejak
ratusan tahun yang lalu, maka terlihat bahwa komputer dapat berperan di tahap
mana saja.
B. Manfaat Teknologi di bidang Arsitektur
Dalam bidang
arsitektur bukan hanya pengguna bangunan yang akan menikmati tekonologi yang
maju, namun juga dinikmati oleh pihak perancang banguna. Di bidang bangunan /
arsitektur, manusia akan lebih dimudahkan hidupnya dengan bantuan IT. Kegiatan
perancangan dan pembangunan gedung pasti membutuhkan beberapa data yang
mendukung untuk dibangunnya suatu gedung / rumah. Dengan ternik konvensional
pengumpulan data cukup sulit untuk dilakukan dan pada akhirnya kesesuaian antara
spesifikasi bangunan dan keadaan sesungguhnya menjadi berkurang. Akan tetapi
seiing dengan majunya teknologi informasi, kegiatan pengumpulan data menjadi
lebih cepat dan lebih sesuai dengan kriteria dari jenis bangunan yang akan
dibuat (misalnya data kelembaban tanah, data kadar air tanah, data jumlah
populasi dalam suatu daerah, data tingkat polusi udara, dan lain-lain). Dengan
pengaplikasian IT pada arsitektur, pencemaran lingkungan dan kerusakan alam
dapat diminimalisir dan tingkat keamanan dari bahaya semakin meningkat.
Selain
kemudahan yang dialami oleh pihak perancang / arsitek, ada juga kemudahan bagi
para pengguna bangunan. Ketika IT sudah terintegrasi dengan semua bagian rumah,
segala urusan yang seringkali membuat repot dapat diminimalisir. Pencegahan
dari terjadinya bahaya mengancam seperti pencurian dan kebakaran, bahkan
pencegahan dari hal sepele seperti jemuran yang basah terkena hujanpun membaik.
Contoh
pengaplikasian dari IT di bidang arsitektur bagi arsitek yaitu penggunaan
internet untuk mendapatkan berbagai macam model bangunan yang hendak dibuat.
Dengan menggunakan search engine seperti google.com, yahoo.com, altavista, dan
sebagainya seorang arsitek dapat menemukan inspirasi dan memilih model yang
akan digunakan. Selain itu informasi keadaan daerah yang akan dibangunpun dapat
dicari menggunakan search engine atau menggunakan aplikasi peta seperti Google
Earth.
Penggunaan
internet memang baik, namun dalam hal model bangunan tidak selalu sesuai dengan
pikiran sang arsitek dan keinginan konsumen. Ada kalanya kita harus menggunakan
cara lain seperti penggunaan aplikasi 3D yang terhubung dengan layanan peta
internet seperti Google Maps atau Wikimapia yang digunakan untuk merancang
bangunan secara cepat, akurat, dan sesuai dengan keinginan konsumen. Demikian
juga mengenai informasi dareah tempat bangunan yang didapat dari internet tidak
selalu dapat dipercaya. Seorang arsitek nantinya akan menggunakan alat untuk
melihat struktur tanah melalui tingkat suhu dan kelembaban tanah dengan
menggunakan sensor thermal dan sensor kadar air, serta alat penguji tingkat
kebisingan menggunakan sensor suara untuk memastikan bangunan yang didirikan
menjamin kesehatan psikologi dari pemilik bangunan.
Sedangkan
contoh pengaplikasian dari IT di bidang arsitektur yang memudahkan pemilik /
pengguna bangunan yaitu penggunaan sensor cahaya untuk menyalakan lampu secara
otomatis, penggunaan sinyal Bluetooth dan teknologi enkripsi untuk membuka
pintu pagar secara otomatis sehingga pemilik rumah tidak perlu repot-repot turun
dari mobil untuk membuka pagar namun rumah tetap dapat dipastikan aman, RFID
dan fingerprint sebagai pengganti kunci ruangan, penggunaan clock untuk
mengatur jadwal alat pembersih ruangan, jadwal pengisian air bak mandi, jadwal
aktifnya AC ataupun penghangat ruangan, penggunaan solar cell untuk menghapus
biaya listrik dan menghemat bahan bakar fosil, penggunaan dsb.
C. Software
yang digunakan dalam bidang arsitektur
1. Auto
CAD
Perangkat
lunak computer CAD untuk menggambarkan 2 dimenasi dan 3 dimensi yang
dikebangkan oleh autodesk.
2. 3d
studio MAX
Sering
digunakan sebagai software animasi, baik animasi arsitekture maupun grafis
seperti animasi film.
3. Revit
arsitekture
Software
ini merupakan software gabungan dari AutoCAD dan 3dMAX, karena produk ini bisa
membuat tampilan 2d dan 3d secara bersamaan.
4. archiCad
software
ini memiliki kesamaan sistem dengan revit, namun untuk masalah rendering sistem
masih jauh berbeda dengan revit. Lebih banyak diigunakan dibeberapa konsultan
diindonesia karena dari segi dimensional
telah sesuai dengan standar dimensi diindonesia.
5. Google
Sketchup
Google
sketchup memiliki fasilitas gudang gambar 3d yang menyediakan beberapa library
desain 3d yang berasal dari pengguna Google Sketchup lain diseluruh indonesia.
Daftar Pusaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar