Laman

Minggu, 24 Januari 2016

PERAN ARSITEKTUR TERHADAP TEKNOLOGI DAN EKONOMI



TUGAS ILMU SOSIAL DASAR
“Peran Arsitektur Bagi Pemuda dan Pendidikan”


HILDATUL FARACH
23315162
1TB01
PERAN ARSITEKTUR TERHADAP TEKNOLOGI DAN EKONOMI
  
  Bab I
Pendahuluan
A.    Latar Belakang
Perkembangan dunia dalam segi pembangunan membawa pengaruh yang kuat terhadap perkembangan di berbagai bidang, seperti arsitektur. Perubahan zaman menuntut arsitek lebih berperan dalam meningkatkan kemajuan pembangunan dalam negeri. Bersamaan dengan itu maka peran arsitek bukan hanya membangun satu bangunan berdiri kokoh tetapi membuat bagaimana satu bangunan dapat berdiri serta mencerminkan identitas bangsa, seperti halnya icon negeri yaitu Monas, Tugu Tani dan lain sebagainya.
Tuntutan ini perlu diimbangi dengan sebuah sumber daya yang dapat mendukung kinerja arsitektur. Sumber daya yang dapat digunakan seperti pemanfaatan teknologi dalam ilmu arsitek. Penggabung dari berbagai bidang ilmu ini dan munculnya bahan-bahan bangunan baru serta teknologi, seorang arsitek akan mampu memfokuskan dari aspek teknis bangunan menuju ke estetika.

B.    Rumusan Masalah :
1.     Hubungan Arsitektur dengan Teknologi Informasi ?
2.     Manfaat Teknologi dibidang Arsitektur ?
3.     Apa saja software yang digunaka dalam bidang arsitektur ?

C.    Tujuan :
-         Mengetahui peran teknologi informasi dalam bidang arsitektur
-         Manfaat teknologi dibidang arsitektur
-         Software yang digunakan dalam bidang arsitektur
-         Memenuhi tugas besar ilmu sosial dasar 1TB01






Bab II

Pembahasan

A.   TEKNOLOGI  INFORMASI DALAM BIDANG ARSITEKTUR

Teknologi, di pihak lain, adalah aplikasi dari prinsip-prinsip keilmuan, sehingga menghasilkan sesuatu yang berarti bagi kehidupan manusia. Aplikasi prinsip-prinsip ini dapat dalam lapangan teknik maupun sosial. (supriadi, 1994;116).
Terkait teknologi, komputer dalam dunia arsitektur telah dimulai sejak komputer ditemukan. Bentuk keterlibatan itu tentu tidak sama dengan yang kita pikirkan saat ini. komputer generasi terkini menghasilkan gambar-gambar yang sangat realistis, itu seolah-olah menjadi bukti dominan keterlibatan komputer dalam arsitektur. Sedangkan komputer generasi terdahulunya, pertama kali komputer terlibat dalam desain arsitektur dalam bentuk bantuan menghitung konstruksi, penggambaran dan semacamnya.
Proses arsitektur memanfaatkan komputer sejalan dengan perkembangan kemampuan komputer. Saat komputer generasi baru mampu melakukan perhitungan berat seperti yang diperlukan pada proses render arsitektur 3D, maka dunia desain arsitektur menanggapi dengan optimis dan ketertarikan yang tinggi. Dari hal tersebut gambar-gambar presentasi desain arsitektur nyaris tidak dapat dibedakan dengan kondisi nyata. Jika kita memakai proses desain yang paling sederhana, yang telah dipakai oleh para arsitek sejak ratusan tahun yang lalu, maka terlihat bahwa komputer dapat berperan di tahap mana saja.

B.   Manfaat Teknologi di bidang Arsitektur

Dalam bidang arsitektur bukan hanya pengguna bangunan yang akan menikmati tekonologi yang maju, namun juga dinikmati oleh pihak perancang banguna. Di bidang bangunan / arsitektur, manusia akan lebih dimudahkan hidupnya dengan bantuan IT. Kegiatan perancangan dan pembangunan gedung pasti membutuhkan beberapa data yang mendukung untuk dibangunnya suatu gedung / rumah. Dengan ternik konvensional pengumpulan data cukup sulit untuk dilakukan dan pada akhirnya kesesuaian antara spesifikasi bangunan dan keadaan sesungguhnya menjadi berkurang. Akan tetapi seiing dengan majunya teknologi informasi, kegiatan pengumpulan data menjadi lebih cepat dan lebih sesuai dengan kriteria dari jenis bangunan yang akan dibuat (misalnya data kelembaban tanah, data kadar air tanah, data jumlah populasi dalam suatu daerah, data tingkat polusi udara, dan lain-lain). Dengan pengaplikasian IT pada arsitektur, pencemaran lingkungan dan kerusakan alam dapat diminimalisir dan tingkat keamanan dari bahaya semakin meningkat.

Selain kemudahan yang dialami oleh pihak perancang / arsitek, ada juga kemudahan bagi para pengguna bangunan. Ketika IT sudah terintegrasi dengan semua bagian rumah, segala urusan yang seringkali membuat repot dapat diminimalisir. Pencegahan dari terjadinya bahaya mengancam seperti pencurian dan kebakaran, bahkan pencegahan dari hal sepele seperti jemuran yang basah terkena hujanpun membaik.

Contoh pengaplikasian dari IT di bidang arsitektur bagi arsitek yaitu penggunaan internet untuk mendapatkan berbagai macam model bangunan yang hendak dibuat. Dengan menggunakan search engine seperti google.com, yahoo.com, altavista, dan sebagainya seorang arsitek dapat menemukan inspirasi dan memilih model yang akan digunakan. Selain itu informasi keadaan daerah yang akan dibangunpun dapat dicari menggunakan search engine atau menggunakan aplikasi peta seperti Google Earth.

Penggunaan internet memang baik, namun dalam hal model bangunan tidak selalu sesuai dengan pikiran sang arsitek dan keinginan konsumen. Ada kalanya kita harus menggunakan cara lain seperti penggunaan aplikasi 3D yang terhubung dengan layanan peta internet seperti Google Maps atau Wikimapia yang digunakan untuk merancang bangunan secara cepat, akurat, dan sesuai dengan keinginan konsumen. Demikian juga mengenai informasi dareah tempat bangunan yang didapat dari internet tidak selalu dapat dipercaya. Seorang arsitek nantinya akan menggunakan alat untuk melihat struktur tanah melalui tingkat suhu dan kelembaban tanah dengan menggunakan sensor thermal dan sensor kadar air, serta alat penguji tingkat kebisingan menggunakan sensor suara untuk memastikan bangunan yang didirikan menjamin kesehatan psikologi dari pemilik bangunan.

Sedangkan contoh pengaplikasian dari IT di bidang arsitektur yang memudahkan pemilik / pengguna bangunan yaitu penggunaan sensor cahaya untuk menyalakan lampu secara otomatis, penggunaan sinyal Bluetooth dan teknologi enkripsi untuk membuka pintu pagar secara otomatis sehingga pemilik rumah tidak perlu repot-repot turun dari mobil untuk membuka pagar namun rumah tetap dapat dipastikan aman, RFID dan fingerprint sebagai pengganti kunci ruangan, penggunaan clock untuk mengatur jadwal alat pembersih ruangan, jadwal pengisian air bak mandi, jadwal aktifnya AC ataupun penghangat ruangan, penggunaan solar cell untuk menghapus biaya listrik dan menghemat bahan bakar fosil, penggunaan dsb.

C.    Software yang digunakan dalam bidang arsitektur

1.      Auto CAD
Perangkat lunak computer CAD untuk menggambarkan 2 dimenasi dan 3 dimensi yang dikebangkan oleh autodesk.

2.      3d studio MAX
Sering digunakan sebagai software animasi, baik animasi arsitekture maupun grafis seperti animasi film.

3.      Revit arsitekture
Software ini merupakan software gabungan dari AutoCAD dan 3dMAX, karena produk ini bisa membuat tampilan 2d dan 3d secara bersamaan.
4.      archiCad
software ini memiliki kesamaan sistem dengan revit, namun untuk masalah rendering sistem masih jauh berbeda dengan revit. Lebih banyak diigunakan dibeberapa konsultan diindonesia karena dari segi dimensional  telah sesuai dengan standar dimensi diindonesia.
5.      Google Sketchup
Google sketchup memiliki fasilitas gudang gambar 3d yang menyediakan beberapa library desain 3d yang berasal dari pengguna Google Sketchup lain diseluruh indonesia.



Daftar Pusaka






Tidak ada komentar:

Posting Komentar