Laman

Minggu, 18 Juni 2017

Bab 6 Pendidikan Negara Geostrategi Indonesia

BAB VIII
GEOSTRATEGI INDONESIA


A.    Pengertian Geostrategi
Geostrategi diartikan sebagai metode atau aturan-aturan untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan melalui proses pembangunan yang memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi pembangunan dan keputusan yng terukur dan terimajinasi guna mewujudkan masa depan yang lebih baik, lebih aman, dan bermatabat.
Bagi bangsa Indonesia geostrategic diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945, melalui proses pembangunan nasional. Menurut  Notonegoro terbentuknya bangsa Indonesia merupakan proses persatuan ‘monopluralis’. Oleh karena itu prinsip-prinsip nasionalisme Indonesia adalah sebagai berikut:
1.       Kesatuan sejarah
2.       Kesatuan nasib
3.       Kesatuan kebudayaan
4.       Kesatuan wilayah
5.       Kesatuan asas kerokhanian

B.     Ketahanan Nasional
Istilah ketahanan nasional untuk pertama kali dikemukakan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno. Kemudian pada tahun 1962 mulai diupayakan secara khusus untuk mengembangkan  gagasan ketahan Nasional di sekolah Staf dan Komando Angkatan darat Bandung (Armawi, 2005:2).

Pengertian Ketahanan Nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa, yang berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan, baik dari  luar maupun dalam negeri.

1.      Konsepsi Ketahanan Nasional
Secara konseptual, ketahanan Nasional suatu bangsa dilatarbelakangi oleh:
a.       Kekuatn apa yang ada pada suatu bagsa dan Negara sehingga ia mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya.
b.      Kekuatan apa yang harus dimiliki oleh suatu bangsa dan Negara seningga ia selallu mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya.
c.       Ketahanan atau kemampuan bangsa untuk tetap jaya, mengandung makna keteraturan (regular) dan stabilitas, yang di dalamnya  dapat terkandung potensi untuk terjadinya perubahan.

Berdasarkan konsep pengertiannya majka yang dimaksud dengan ketahanan adalah suatu kekuatan yng membuat suatu bangsa dan Negara dapat bertahan, kuat menghadapi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan.
Berdasarkan pengertian sifat-sifat dasarnya maka ketahan nasional adalah :
a.      Integrative
Hal itu mengandung pengertian segenap aspek kehidupan kebangsaan dalam hubungannya dengan lingkungannya sosialnya, lingkungan alam dan suasana ke dalam saling mengadakan penyesuaian yang selaras dan serasi.

b.      Mawas ke dalam
Ketahanan Nasional terutama di arahkan kepada diri bangsa dan Negara itu sendiri, untuk mewujudkan hakikat dan sifat nasionalnya.

c.       Menciptakan kewibawaan
Ketahan nasional sebagai hasil pandangan yang bersifat integrative mewujudkan suatu kewajiban nasionalserta memiliki deterrent effect, yang harus diperhitungkan pihak lain.

d.      Berubah menurut waktu
Ketahanan Nasional suatu bangsa pada hakikatnya tidak bersifat tetap, melainkan sangat dinamis.

Kehidupan  nasional dapat dibagi ke dalam berbagai aspek sebagai berikut:
a.       Aspel alamiah yang meliputi:
1)      Letak geografis Negara
2)      Kaedaan dan kekayaan alam
3)      Keadaan dan kemampuan penduduk
b.      Aspek kemasyarakatan yang meliputi:
1)      Ideology
2)      Politik
3)      Ekonomi
4)      Social budaya dan hankam
5)      Pertahanan dan keamanan

2.      Ketahanan Nasional sebagai Kondisi
Berkaitan dengan kondisi ketahanan nasional Indonesia, adalah kondisi dinamis bangsa dan Negara Indonesia. Sesuai dengan konsepsi ketahanan nasional, maka kondisi tersebut mengandung suatu kemampuan untuk menyusun kekuatan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Kekuatan ini diperlukan untuk mengatasi dan menanggulangi berbagai bentuk ancaman yang ditujukan terhadap bangsa dan Negara Indonesia.

Konsepsi Tannas sebagaimana dijelaskan di depan yang merupakan suatu gambaran dari kondisi system kehidupan nasional dalam berbagai aspek pada suatu saat tertentu. Dengan sendirinya berbagai aspek teresebut  memiliki sifat dinamis terutama dalam era global dewasa ini. Konsekuensinya tiap-tiap aspek senantiasa berubah sesuai dengan kondisi waktu, ruang dan lingkungan sehingga interaksi dari dari kondisi tersebut sangat kompleks dan sulit dipantau.


1.      Pengaruh Aspek Ideologi
Istilah ideology berasal dari kata ‘idea’ yang berate gagasan, konsep, pengertian dasar dan ‘logos’yang berati ‘ilmu’. Kata ‘idea’ berasal dari kata bahasa yunani ‘eidos’ yang berate ‘bentuk’. Di samping itu ada kata ‘idein’ yang berate melihat. Maka secara harfiah, ideology berati ilmu tentang pengertian-pengertian dasar. Pengertian ideologi secara umum dapat dikatakan  sebagai kumpulan gagasan-gagasan, ide-ide, keyakinan-keyakinan, kepercayaan-kepercayaan yang menyulur dan sistematis yang menyangkut:
a.       Bidang politik
b.      Bidang social
c.       Bidang kebudayaan
d.      Bidang keagamaan (Soemargono : 8).

Maka idelogi Negara dalam arti cita-cita Negara atau cita-cita yang menjadi basis bagi suatu teori atau system kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa bersangkutan pada hakikatnya merupakan asas kerokhanian yang antara lain memiliki cirri-ciri berikut:
a. Mempunyai derajad yang tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan.
b. Oleh karena itu mewujudkan suatu asas kerokhanian, pandangan hidup, pandangan dunia, pedoman hidup, pegangan hidup yang dipelihara, dikembangkan dan dilestarikan kepada generasi berikutnya (Notonegoro, 1975 :2,3).

1.          Ideologi Dunia

1)      Liberalisme
Paham liberalisme berkembang dari akar-akar rasionalisme yaitu paham yang mendasarkan pada rasio sebagai sumber kebenaran tertinggi, materialism yang meletakkan materi sebagai nilai tertinggi, empirisme yang mendasarkan asas kebenaran fakta empiris (yang dapat ditangkapmelalui indra manusia), serta individualism yang meletakkan nilai dan kebebasan individu sebagai nilai tertinggi dalam segala aspek kehidupan masyarakat dan Negara.

2)      Komunisme
Pemahaman komunisme dicetuskan melalui pemikkiran Karl Marx memandang bahwa hakikat kebebasan dan hak individu itu tidak ada. Ideology komunisme mendasarkan pada suatu keyakinan bahwa manusia pada hakikatnya adalah merupakan mahluk social saja. Manusia secara ontologism merupakan sekumpulan relasi, sehingga yang mutlak adalah komunitas dan bukannya individualitas. Hak milik pribadi tidak ada karena ini akan menimbulkan kapitalisme yang pada gilirannya akan melakukan penindasan pada kaum proletar. Sehingga menurut komunisme dapat disimpulkan bahwa berkembangnya individualism kapitiaisme merupakan sumber penderitaan rakyat terutama kaum miskin. Oleh karena itu hak milik individual harus diganti dengan hak milik kolektif.
3)      Ideologi Keagamaan
Ideology keagamaan pada hakikatnya memiliki perspektif dan tujuan yang berbeda dengan ideology liberalism dan komunisme. Sebenarnya sangatlah sulit untuk menentukan tipologi ideology keagamaan, karena sangat banyak dan beraneka ragamnya wujud, gerak dan tujuan dari ideology tersebut. Namun secara keseluruhan terdapat suatu cirri bahwa ideology keagamaan senantiasa mendasarkan pemikiran cita-cita serta moralnyapada suatu ajaran agama tertentu.
            
2.      Ideologi Pancasila
Pancasila pada hakikatnya merupakan suatu kesepakatan filosofis dan kesepakatan politis dari segenap elemen bangsa Indonesia dalam mendirikan Negara. Dapat juga diistilahkan bahwa Pancasila pada hakikatnya merupakan suatu kontrak social seluruh elemen bangsa Indonesia dalam mendirikan Negara. Kausa finalis atau tujuan pokok dirumuyskannya pancasila adalah sebagai dasar filsafat Negara, sehinnga konsekuensinya seluruh aspek dalam penyelenggaraan Negara berasaskan sitem nilai yang terkandung dalam Pancasila.

3.      Ketahanan Nasional Bidang Ideologi

1)      Konsep Pengertian Ketahanan Ideologi
Ketahanan nasional bidang ideology adalah merupakan suatu kondisi dinamis suatu bangsa, birisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan ideology di dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, rongrongan, hambatan dan gangguan baik dari luar maupun dari ndalam Negara.

Bab 5 Pendidikan Negara Geopolitik Indonesia

Bab 5
Geopolitik Indonesia

Geopolitik terdiri dari dua kata yaitu Geo dan Politik.  Dalam bahasa Yunani , Geo mempunyai arti Bumi dan Politeia yang berarti politik. Dan kata Politeia terdiri dari dua kata yaitu Poli artinya kesatuan masyarakat dan teia artinya urusan.
Secara umu Geopolitik dapat di artikan sebagai suatu pandangan masyarakat terhadap diri , lingkungan dan Negara yang berlandaskan Pancasila juga UUD 1945. Peranan Geopolitik sangat penting dalam pembinaan kerjasama dan pembinaan konflik antarnegara yang mungkin muncul dalam proses mencapai suatu tujuan.Geopolitik dapat disebut juga wawasan nusantara.
Kedudukan dan Fungsi wawasan nusantara
Wawasan nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia merupakan ajaran yang diyakini kebenaran oleh seluruh rakyat  agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai dan mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional. Atau dalam kata lain wawasan  nusantara merupakan ajaran yang di percaya sebagai landasan agar tidak terjadinya penyimpangan dan penyesatan . Dengan demikian, Wawasan Nusantara menjadi landasan visional dalam menyelenggarakan kehidupan nasional.

Latar Belakang Wawasan Nusantara (Geopolitik)

Berdasarkan Falsafah Pancasila
Dalam hal ini , nilai – nilai pancasila mendasari pengembangan di dalam wawasan nusantara. nilai – nilai tersebut yaitu :
    Penerapan Hak Asasi Manusia (HAM), seperti memberi kesempatan menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing- masing.
    Mengutamakan kepentingan masyarakat daripada individu dan golongan
    Pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat
Dalam nilai – nilai di atas sangat jelas terlihat bahwa butir – butir dari pancasila sangat di gunakan dalam nilai ini. menurut saya nilai yang pertama yaitu “penerapan hak asasi manusia (HAM) , seperti memberi kesempatan menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing – masing” dapat kita lihat dari sila pertama dan ke-dua dalam pancasila yaitu dimana berbunyi “ketuhanan yang maha esa” dan “kemanusiaan yang adil dan beradab” dimana pada sisi ini , sangat menjunjung nilai ketuhanan dan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab yang dapat dilihat dari “memberi kesempatan menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing – masing” . Dari nilai yang kedua yaitu “mengutamakan kepentingan masyarakat daripada individu dan golongan” dapat di lihat dari nilai – nilai yang terkandung dalam pancasila juga terutama di dalam sila ke empat dan ke lima.

Berdasarkan Aspek Kewilayahan Nusantara
Aspek Kewilayahan Nusantara dalam wawasan nusantara atau aspek secara geografi adalah hal yang tentu saja perlu di perhatikan dan di perhitungkan , karena seperti yang kita ketahui bahwa bangsa Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam dan beraneka ragam suku bangsa dan hal ini tentunya perlu di jaga serta di lestarikan dengan baik.

Berdasarkan Aspek Sosial Budaya
Bangsa Indonesia bisa di katakana adalah bangsa yang besar. Karena Bangsa Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa yang masing – masing memiliki adat istiadat, bahasa, agama, dan kepercayaan yang berbeda – beda, sehingga tata kehidupan nasional yang berhubungan dengan interaksi antargolongan mengandung potensi konflik yang besar. Oleh karena itu agar tidak terjadi sebuah konflik karena sangat beragamnya adat istiadat , bahasa , agama dan kepercayaan kita perlu mempelajari masing – masing adat istiadat dalam suatu daerah. Karena adat istiadat adalah sebuah simbol peringatan atau peraturan yang memang di terapkan di dalam suatu suku tertentu. Mengapa kita harus mempelajarinya ? tentu saja agar kita mengerti budaya mereka dan kita bisa mengikuti adat istiadat tanpa mengurangi rasa saling menghargai antar sesama warga Indonesia.

Berdasarkan Aspek Kesejarahan
Negara Indonesia memiliki beribu – ribu cerita sejarah yang telah terjadi baik sebelum kemerdekaan maupun sesudah kemerdekaan. Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan wawasan nasional Indonesia yang diwarnai oleh pengalaman sejarah yang tidak menghendaki terulangnya perpecahan dalam lingkungan bangsa dan negara Indonesia.Hal ini dikarenakan kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia merupakan hasil dari semangat persatuan dan kesatuan yang sangat tinggi bangsa Indonesia sendiri. Dan tentunya semnagat persatuan dan kesatuan yang sangat tinggi dapat kita lihat dari para pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan bangsan Indonesia. Jadi, semangat ini harus tetap dipertahankan untuk persatuan bangsa dan menjaga wilayah kesatuan Indonesia.Tetapi sangat di sayangkan sekali karena zaman sekarang semangat seperti itu rasanya sudah pudar karena di racuni oleh hal – hal yang tidak patut di contoh, seperti ketidak rukunan umat beragama , korupsi , dan hal – hal lainnya yang membuat saya berfikir bahwa mereka tidak mencontohkan semangat para pahlawan yang berjuang dengan berdasarkan kejujuran dan persatuan, tentunya persatuan dalam umat beragama.

Kedudukan Wawasan Nusantara
1  Wawasan nusantara sebagai ajaran yang diyakini kebenarannya oleh masyarakat dalam mencapai dan mewujudkan tujuan nasional
2  Wawasan nusantara dalam paradigma nasional memliki spesifikasi
    Pancasila sebagai falsafah, ideologi bangsa, dan dasar negara berkedudukan sebagai landasan idiil.
    Undang – Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusi negara, berkedudukan sebagai landasan konstitusional.
    Wawasan nasional sebagai visi nasional, berkedudukan sebagai landasan konsepsional.
    Ketahanan nasional sebagai konsepsi nasional, berkedudukan sebagai landasan konsepsional.
    GBHN sebagai politik dan strategi nasional, berkedudukan sebagai landasan operasional.

Fungsi Wawasan Nusantara
Wawasan nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijakan, keputusan, tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggaraan negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Selain itu wawasan nusantara juga berfungsi sebagai ilmu pengetahuan kita mengenai bangsa Indonesia , tentunya agar kita tidak salah langkah dalam menjalankan kehidupan sebagai warga negara Indonesia yang baik.

Tujuan Wawasan Nusantara
Tujuan wawasan nusantara terdiri dari dua, yaitu :
    Tujuan nasional, dapat dilihat dalam Pembukaan UUD 1945, dijelaskan bahwa tujuan kemerdekaan Indonesia adalah “untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darahIndonesia dan untuk mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial”
    Tujuan ke dalam adalah mewujudkan kesatuan segenap aspek kehidupan baik alamiah maupun sosial, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan bangsa Indonesia adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional, serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina kesejahteraan, kedamaian dan budi luhur serta martabat manusia di seluruh dunia

Pemikir Geopolitik

1  Friederich Ratzel (1844 – 1904)
dengan Teori Ruang. Ia menyatakan “bangsa yang berbudaya tinggi akan membutuhkan sumber daya manusia yang tinggi dan akhirnya mendesak wilayah bangsa yang primitif” .
Pendapat ini dipertegas oleh Rudolf Kjellen (1864 – 1922) dengan Teori Kekuatan yang mengatakan bahwa “negara adalah kesatuan politik yang menyeluruh serta sebagai satuan biologis yang memiliki intelektualitas”.

2  Karl Haushofer (1869 – 1946)
dengan Teori Pan Region, berpendapat bahwa pada hakikatnya dunia dapat dibagi dalam empat kawasan benua (pan region) dan dipimpin oleh negara unggul.Isi teori pan regional adalah :
    Lebensraum (ruang hidup) yang cukup
    Autarki (swasembada)
    Dunia dibagi empat Pan Region, yaitu Pan Amerika, Pan Asia Timur, pan Rusia India, dan Pan Eropa Afrika

3  Sir Halford Mackinder (1861 – 1947) dengan Teori Daerah Jantung (Heartland).
Teorinya berbunyi “siapa pun yang menguasai Heartland maka ia akan menguasai World Island”. Heartland (Jantung Bumi) merupakan sebutan bagi kawasan Asia Tengah, sedangkan World Island mengacu pada kawasan Timur Tengah. Kedua kawasan ini merupakan kawasan vital minyak bumi dan gas dunia.

4  Sir Walter Raleigh (1554 – 1618) dan Alfred T. Mahan (1840 – 1914)
dengan Teori Kekuatan Maritim.Isi teorinya adalah :
    Sir Walter Raleigh mengatakan “siapa yang menguasai laut akan menguasai perdagangan dunia dan akhirnya akan menguasai dunia”
    Alfred T. Mahan mengatakan “laut untuk kehidupan, sumber daya alam banyak terdapat di laut. Oleh karena itu, harus dibangun armada laut yang kuat untuk menjaganya”

5  Nicholas J. Spykman (1869 – 1943) dengan Teori Daerah Batas (Rimland Theory). Dalam teorinya tersirat :
1  Dunia terbagi empat, yaitu daerah jantung (Heartland), bulan sabit dalam (rimland), bulan sabit luar, dan dunia baru (benua Amerika)
2  Menggunakan kombinasi kekuatan darat, laut, dan udara untuk menguasai dunia
3  Daerah bulan sabit dalam (Rimland) akan lebih besar pengaruhnya dalam percaturan politik dunia daripada daerah jantung
4  Wilayah Amerika yang paling ideal dan menjadi negara terkuat
5  Bangsa Indonesia
6  Para pemikir Wawasan Nusantara: Soekarno? Tim perumus Lemhannas? Mochtar Kusumaatmadja? Munadjat Danusaputra? Siapa lagi? (ini perlu ditampilkan karena geopolitik Indonesia merupakan pemikiran geopolitik yang khas Indonesia dan khas untuk lingkup Nusantara, karena itu diberi nama sebagai Wawasan Nusantara atau cara pandang Nusantara.
6. Giulio Douhet (1869 – 1930) dan William Mitchel (1879 – 1936)
dengan Teori Kekuatan di Udara mengatakan, “kekuatan udara mampu beroperasi hingga garis belakang lawan serta kemenangan akhir ditentukan oleh kekuatan udara”

Wadah Wawasan Nusantara

Batas Ruang Lingkup
Wawasan nusantara mempunyai bentuk sebagai :
    Nusantara
Batas – batas negara ditentukan oleh lautan yang di dalamnya pulau – pulau serta gugusan pulau yang saling berhubungan, tidak dipisahkan oleh air, baik yang berupa laut, maupun selat. Atau bisa di sebut sebagai wilayah geografis.
    Manunggal – utuh menyeluruh, meliputi :
1  Wilayah Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau besar maupun kecil dan dipisahkan serta dihubungkan oleh lautan, pulau, dan selat yang harus dijaga serta diusahakan tetap menjadi satu kebulatan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya.
2  Bangsa Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa, berbicara dalam berbagai macam bahasa daerah, dan agama. Oleh karena itu, harus diusahakan terwujudnya satu kesatuan bangsa yang bulat.
Tata susunan pokok
Sumber pokok wawasan nusantara adalah UUD 1945, yang menyangkut :
    Bentuk dan kedaulatan Bab I Pasal (1)
1  Negara Indonesia ialah negara kesatuan yang berbentuk republik.
2  Kedaulatan ada di tangan rakyat, dan dilaksanakan menurut UUD.
    Kekuasaan pemerintah negara, Bab III Pasal (4) dan (5), Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintah menurut UUD 1945.
    Sistem pemerintahan dalam UUD 1945.
1  Indonesia ialah negara yang berdasarkan atas hukum dan tidak berdasarkan atas kekuasaan belaka
2  Pemerintahan berdasarkan atas sistem konstitusi dan tidak berdasarkan absolutism

Tata susunan pelengkap
    Aparatur negara
Aparatur negara harus mampu mendorong, mengerakkan, serta mengarahkan usaha pembangunan ke sasaran yang telah ditetapkan, untuk kepentingan rakyat banyak.
    Kesadaran politik masyarakat dan kesadaran bernegara
Dalam pemantapan stabilitas nasional diperlukan kesadaran politik seluruh masyarakat, setiap orang, organisasi, juga seluruh komponen pemerintahan.
    Pers

Pers yang bebas bertanggung jawab, jujur, dan efektif dengan tulisan – tulisan yang memberikan penjelasan yang jujur, dedikatif, dan bertanggung jawab. Jadi sebagai pers tidak hanya memberikan berita – berita kepada masyarakat tapi harus memberikan berita yang baik juga dan selalu dapat di percaya.