Tugas
Ilmu Budaya Dasar bab 2
TUGAS IBD MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Nama
: Hildatul
Farach
Kelas
: 1TB01
NPM
: 23315162
Pengertian Manusia
Dalam
ilmu eksakta, Manusia dianggap sebagai kumpulan dari partikal-partikel yang
membentuk jaringan-jaringan system yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia),
manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang terkait saatu sama
lain. Dan merupakan kumpulan dari energi (Ilmu Fisika). Manusia merupakan
makhluk biologis yang tergolong dalam makhluk mamalia.(Ilmu Biologi).
Dalam
ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan
atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan. Disebut juga homo economicus (ilmu
ekonomi). Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri
(sosiologi). Manusia merupakan makhluk yang selalu ingin memiliki kekuasaan
(ilmu politik). Manusia merupakan makhluk yang berbudaya (ilmu filsafat).
Unsur-unsur yang membangun manusia :
Jika kita berbicara tentang manusia, pasti akan menjadi
perbicaraan yag sangat panjang dan tidak berujung, karena ciptaan Tuhan yang
sangat sempurna ini terdapat banyak sekali hal yang dapat dijadikan bahan
perbicaraan. sesuai judul postingan saya kali ini, tentang unsur-unsur
pembangun manusia, akan dijabarkan apa sajakah faktor-faktor yang membangun
manusia itu.
Sebenarnya ada banyak sekali unsur-unsur yang membangun
manusia, namun dari sekian banyak unsur-unsur itu, di sederhanakan menjadi 2
klasifikasi. yaitu unsur jasmani dan unsur rohani.
Unsur jasmani adalah semua hal yang berhubungan dengan
kebutuhan fisik manusia, seperti makan, minum, dan lain-lain. yang jika tidak
di penuhi maka akan berakibat buruk bagi manusia itu.
Sedangkan unsur rohani adalah semua hal yang berhubungan
dengan kebutuhan rohani, atau hati manusia. seperti agama atau keyakinan,
ketenangan hati, rasa aman, rasa bahagia dan lain-lain. Unsur-unsur lain yang
membaentuk manusia :
1.
Jasad : badan kasar manusia yang nampak pada luarnya,
dapat diraba dan difoto dan menempati ruang dan waktu.
2.
Hayat : mengandung unsur hidup, yang ditandai
dengan gerak.
3.
Ruh : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang
bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang
bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
4.
Nafs : diri atau keakuan, yaitu kesadaran
tentang diri sendir.
Manusia Sebagai Satu Kepribadian Mengandung
Tiga Unsur :
1.
Id yang merupakan
struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak tampak.
Id merupakan libido murni atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang
irrasional dan terkait dengan sex.
2.
Ego merupakan bagian atau struktur
kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, berperan menghubungkan energi
Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain. Perkembangan
ego terjadi antara usia satu dan udua tahun.
3.
Superego merupakan struktur kepribadian yang
paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun. Dibandingkan dengan id dan
ego, superego yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego
terbentuk dari lingkungan eksternal.
Hakekat Manusia
a. Makhluk
ciptann Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh merupakan materi yang dapat dilihat,
diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia itu
meninggal, tubuhnya akan hancur dan lenyap.
b. Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan
makhluk lainnya.
Kesempurnaanya terletak pada adab dan budayanya, karena
manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan dan kehendak yang
terdapat didalam jiwa manusia. Perasaan dalam diri manusia ada dua macam, yaitu
perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan inderawi adalah rangsangan
jasmani melalui indera. Perasaan rodani adalah perasaan luhur yang hanya
terdapat pada manusia misalnya :
· Perasaan
intelektual, yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.
· Perasaaan
estetis, perasaan yang berkenaan dengan keindahan.
· Perasaan
etis, perasaan yang berkenaan dengan kebaikan.
· Perasaan
diri, perasaan yang berkenaan dengan harga diri.
· Perasaan
sosial, perasaan yang berkenaan dengan kelompuk dan masyarakat.
· Perasaan
religius, perasaan yang berkenaan dengan agama dan kepercayaan.
c. Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi.
Manusia merupakan produk dari saling tindak atau
interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi.
d. Makhluk ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan (ekologi),
mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Manusa dalam konteks kehidupan konkrit adalah
makhluk alamiah yang terikat dengan lingkungannya (ekologi).
Pengertian Kebudayan
Kebudayaan
jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang
berarti budi atau akal. Dalam baahasa latin, kebudayaan berasal dari kata
colere, yang berarti menolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan
sebagai “ segala sesuatu yang dihaslkan oleh akal budi manusia dengan tujuan
untuk mengolah tanah ata tempat tinggalnya.
Menurut
E.B Taylor (1871) Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan
lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Menurut C.A Van Peursen,
kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan
setiap kelompok orang-orang berlainan dengan hewan-hwan, maka manusia tidak
hidup begut saja ditengan alam, melainkan mengubah alam.
Unsur-unsur kebudayaan
Yang
dimaksud dengan unsur disini adalah apa saja sesungguhnya kebudayaan itu,
sehingga kebudayaan disinu lebih mengandung makna totalitas dari pada sekedar
penjumlahan unsur-unsur yang terdapat didalamnya.
Unsur – unsur
kebudayaan universal :
·
Sistem religi : produk manusia sebagai homo religius.
·
Sistem organisasi kemasyarakatan : produk dari mausia
sebagai homo socius.
·
Sistem pengetahuan : produk manusia sebagai homo
sapiens.
·
Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem
ekonomi : produk manusia sebagai homo economicus.
·
Sistem teknologi dan peralatan : produk manusia
sebagai homo faber.
·
Bahasa : produk manusia sebagai homo loguens.
·
Kesinian : produk manusia sebagai aesticus.
wujud kebudayaan
menurut dimensi wujudnya,
kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu:
·
Kompleks gagasan, konsep dan pikiran manusia : wujud
ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat dan
berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya.
·
Kompleks aktivitas : berupa aktivitas manusia yang
saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat diamati atau diobservasi.
·
Wujud sebagai benda : aktivitas manusia yang saling
berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya
manusia untu mencapai tujuannya.
Orientasi Nilai Budaya
Kebudayaan sebagai karya
manusia memiliki sistem nilai. Secara universal menyangkut lima masaalh pokok
kehidupan manusia, yaitu:
·
Hakekat hidup manusia : hakekat hidup untuk setiap
kebudayaan berbeda secara eksterm
·
Hakekat karya manusia : setiap kebudayaan hakekatnya
berbeda-beda untuk hidup kedudukan, gerak hidup untuk menambah karya
·
Hakekat waktu manusia : hakekat waktu untuk setiap
kebudayaan berbeda, masa lalu atau mas kini
·
Hakekat alam manusia : ada kebudayaan yang menganggap
manusia harus mengeksploitasi alam ada juga yang harus menyatu dengan alam
·
Hakekat hubugan manusia : mementingkan hubungan antar
manusia baik vertikal maupun horizontal
Perubahan Kebudayaan
Masyarakat adan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah. Tak ada
kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak.
Terjadinya gerakan perubahan kebudayaan disebabkan oleh :
1.
Perubahan jumlah penduduk
2.
Perubahan lingkungan hidup
Perubahan ini, selain karena jumlah penduduk dan
komposisinya, juga karena adanya disfungsi kebudayaan, penemuan-penemuan baru,
khususnya teknologi dan inovasi.
Perubahan
sosial dan perubahan kebudayaan bebeda. Perubahan sosial adalah segala
perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat.
Sedangkan perubahan kebudayaan atau akulturasi terjadi bila ada suatu kelompuk
manusia dengan kebudayaan tertenru dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan
asing yang berbeda sedemikian rupa.
Proses
aklultuasi di dalam sejarah kebudayaan terjadi dari massa silam. Biasanya,
suatu masyarakat hidup bertetangga dengan masyarakat- masyarakat lainnya. Pasa
saat itulah unsur-unsur masing-masing kebudayaan menyusup. Beberapa masalah
yang meyangkut proses tadi ialah :
A.
Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah diterma
B.
Unsur-unsur kebudayaan asing manakan yang sulit diterima
C.
Individu-individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur baru
D.
Keterangan-keterangan apakah yang timbul sebagai akibat akilturasi tersebut.
Unsur-unsur kebudayaan
asing yang diterima adalah :
·
Unsur kebendaan
·
Unsur yang terbukti membawa manfaat besar
·
Unsur yang mudah disesuaikan dengan keadaan
masyarakat
Unsur-unsur yang sulit
diterima adalah :
·
Unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti
ideologi.
·
Unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses
sosialisasi.
Faktor yang Mempengaruhi
Diterima atau Tidak Unsur Kebudayaan Baru :
·
Terbatasnya masyarakat memiliki hubugan atau kontak
·
Pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan
·
Sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang
menjadi landasan
·
Dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga
masyarakat
Kaitan Manusia dan
Kebudayaan
Hubugan
antara manusia dan kebudayaan secara sederhana adalah manusia sebagai perilaku
kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia dari sisi
lain hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara
dengan hubungan antara manusia dan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis.
Proses dialektis tercipta melalui tiga tahap :
·
Eksternalisasi : Proses dimana
manusia mengekspresikan dirinya
·
Obyektivitas :
Proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif
·
Internalisasi :
Proses dimana masyarakat kembali dipelajari manusia
Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh
karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. Pada
kondisi sekarang ini, kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal
muncul manusia atau kebudayaan. Analisa terhadap keberadaan keduanya harus
menyertakan pembatasan masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukan
dengan lebiih cepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar