Laman

Sabtu, 30 April 2016

Identifikasi Novel " Cinta "


IDENTITAS BUKU
Judul                  :    Cinta. (baca: cinta dengan titik)
Penulis               :    Bernard Batubara
Editor               :    Widyawati Oktavia
Proofreader      :    Elly Afriani
Penata Letak    :    Wahyu Suwarni & Irene Yunita
Ilustrator Isi       :    Lia Natalia
Desainer Sampul   :    Gita Mariana
Penerbit             :    Bukune
Tebal                 :    vi + 318 hlm; 13 x 19 cm
Terbit                :    Cetakan pertama, Agustus 2013
Genre                 :    Romance
ISBN                :    602-220-109-8
Text Bahasa    :    Bahasa Indonesia
Latar Belakang Pengarang
Berbard Batubara yang biasa di panggil Bara. Lahir di pontianak, 9 Juli 1989. Giat menulis mulai pertengahan 2007. Sejak saat itu, beberapa tulisannya berupa puisi dan cerpen dimuat di majalah seni, koran lokal dan nasional, dan web sastra. Menulis di antologi Teka-teki tentang Tubuh dan Kematian (2010), Pedas Lada Pasir Kuarsa (2010), Percakapan Lingua Franca (2011), Tuah Tara No Ate (2011), Mata (2012), Radio Galau FM : Fans Stories (2012), Empat Cangkir Kenangan (2012), Cerita Hati (2012), dan Singgah (2013)
Buku tunggalnya Angsa-Angsa Ketapang (2010), Radio Galau FM: Frekuensi Patah Hati & Cinta yang Kandas (2012), Kata Hati (2012), dan Milana (2013).
Radio Galau FM dan Kata Hati diangkat ke layar lebar oleh Rapi Films.
Sinopsis
"Mengapa cinta membuatku mencintaimu, ketika pada saat yang sama kau mencintai orang yang bukan aku?
Ketika telah membuka hati, aku pun harus bersiap kehilangan lagi. Apakah setelah cinta memang harus selalu ada air mata dan luka hati?
Kalau begitu, bagaimana jika kita bicarakan satu hal saja.  Cinta. Tanpa ada yang lain setelahnya. Kita lihat ke mana arahnya bermuara."
Selama ini Nessa hanya hidup dengan sang Ayah. Kepergian ibunya yang lebih memilih lelaki lain ketimbang sang Ayah, menorehkan luka tersendiri di hati Nessa. Bahkan, hingga kini, Nessa tidak sedikit pun tertarik untuk menjalin hubungan dengan seorang lelaki.
Suatu hari, takdir mempertemukannya dengan Demas. Tak disangka, Demas mengajak Nessa untuk bekerja di perusahaan miliknya. Kesukaan Nessa terhadap dunia tulis-menulis pun menuntunnya untuk menerima tawaran itu.
Namun, yang terjadi kemudian benar-benar di luar kehendak dan dugaan Nessa. Sebuah kejadian mengubah segalanya. Menyentuh relung hati Nessa yang selama ini tertutup untuk lelaki mana pun. Membuka gelenyar aneh dalam dada Nessa yang membuat ia selalu saja memikirkan Demas.
Sayangnya, Demas sudah milik orang lain. Nessa ingin sekali menolak perasaannya terhadap Demas. Namun, tidak dengan cinta itu sendiri. Cinta itu tetap bertahan di dalam hati Nessa meski jalan yang Nessa tempuh merupakan jalan yang ia benci. Jalan yang mengingatkan Nessa pada sang Ibu yang telah meninggalkannya.
Inikah cinta yang harus Nessa jalani?  Cinta yang tak bisa dibendung, tetapi terasa menyakitkan jika harus disebut dengan orang ketiga.  Apalagi setiap dia mengingat betapa bencinya dia kepada orang ketiga yang merebut kebahagian dalam sebuah hubungan yang telah genap, orang ketiga yang menghancurkan keluarganya. Ketakutan akan cinta yang mungkin hanya sementara juga ikut menghantui. Apakah cinta bisa menjadi pembenaran dalam hal yang salah (menghancurkan hubungan dua orang yang sudah berlangsung)? Kehilangan sahabat, kekecewaan di mata ayahnya menjadi sebuah pukulan hebat yang harus dia alami. Apakah bisa pada akhirnya waktu dan jarak yang menjawab semuanya.
*****
Novel ini mencoba menjawab apakah orang ketiga adalah pihak yang paling salah. Apakah cinta itu salah? Saya suka novel ini karena tokoh utama tetap berjuang menggunakan logika walau cinta menguasai hati.
Cinta. (baca: cinta dengan titik) adalah karya terbaru dari Bernard Batubara, penulis novel Kata Hati dan antologi Cerita Hati. Novel terbitan Bukunè ini begitu mempermainkan perasaan pembaca melalui alur ceritanya. Di dalamnya, terdapat kisah cinta yang menyentuh hati, tetapi juga menyakitkan untuk dirasakan. Ada keraguan, ketakutan, kekecewaan, dan kebahagiaan. Cinta memang  akan selalu menemukan jalan bagi kebahagiaannya. Meski jalan yang harus dilalui terjal dan berliku, cinta akan tetap bersemayam di hati mereka yang merasakannya. Mengharukan dan menyentuh perasaan untuk dibaca!
Analisis Unsur Intrinsik
Tema                  : Percintaan
Latar                   : Pontianak, Cafe Artemy, Solo, Kereta Api, Kantor,
  Rumah, Gerai Kopi, Jogja
Alur                     : Maju
Tokoh                : Nessa Eswari Moe, Ademas Kusuma Waluyo, Endru
Garnusa Rivai, Ayah, Bian
Perwatakan       :  1)  Nessa orang yang cuek, tidak suka warna pink, suka
        menulis.
2) Demas orang yang romantis, pecinta seni
3)  Endru orang yang bertingkah semaunya sendiri,
      playboy, peduli
4)  Ayah orang yang bijaksana, suka membaca dan
 menulis, suka bercanda
     5) Bian orang yang lucu, dan nyentrik.
Sudut Pandang  :  Sudut Pandang Orang Ketiga Serbatahu
Amanat              :   Cinta yang baik adalah ketika kita tidak merebut
     kebahagiaan orang lain dan mencari kebahagiaan kita
    sendiri.
Analisis Unsur Ekstrinsik
  • ·        Nilai Moral :
Mendengarkan nasihat orang tua lebih baik sebelum melakukan hal yang mungkin akan merugikan.
  • ·        Nilai Sosial :
Walaupun keadaan ekonomi keluarga sedang tidak baik, akan lebih baik jika kita terus berusaha dan mencoba mencari pekerjaan yang baik. Walaupun melelahkan.
  • ·        Nilai Budaya :
Menambah pengetahuan kita tentang budaya pertunjukan sendratari di Solo
Keunggulan Novel
  • Pemilihan judul yang unik. Cinta dengan titik. Kalau saja tidak ada titik-nya, judulnya akanlah sangat biasa.
  • Didukung oleh sampulnya yang bagus. Warna hitam putih, berhiaskan doodle dengan bentuk hati di tengahnya yang bertuliskan kata 'Cinta.'
  • Ditambah Ilustrasi menariknya di beberapa halaman menambah nilai plus tersendiri yang memang berhubungan dengan isi cerita.
  •  Dilihat dari segi bahasanya sangat menarik, lugas, dan tidak kaku. Jenis kata dan kalimat yang dipilih cukup bagus dan tidak rumit untu dipahami.
  •  Banyak puisi dan  kata-kata mutiara yang tertuang dalam novel ini menjadi nilai plus.
  • Novel ini tidak hanya menceritakan tentang percintaan, tapi juga seni, kuliner, dan pariwisata dari berbagai kota yang diceritakan, mulai dari kota Pontianak, Jogja, Solo, dan Surabaya.
Kekurangan Novel
  • Saya masih mendapati beberapa typo dalam novel ini, begitu pun dengan kejanggalan lain.
  • ·Ceritanya ketebak  dari awal sampai akhir.  Kesannya terlalu dipaksakan untuk happy ending tanpa harus menyakiti siapa pun.
  • ·  Alur ceritanya terasa lambat dan menurut saya bertele-tele
  • Tokoh utama digambarkan sebagai orang yang sadar melakukan kesalahan, tapi tetap melakukannya atas alasan cinta. Maaf, itu terasa labil untuk saya
Kesimpulan
Setelah membaca keseluruhan cerita dalam novel ini, kesimpulan yang saya dapat adalah novel ini sangat baik untuk di publikasikan dan di baca. Karena dapat menambah pengetahuan tentang beberapa tempat dan budaya serta dapat menghibur. Dan ceritanya seperti kehidupan sehari – hari yang biasa kita jumpai. Novel ini menegaskan bahwa cinta itu datang tanpa rencana tanpa pernah kita duga. Bukan kita pemilik hati ini, bukan kita yang menentukan kepada siapa kita akan jatuh cinta. Yang bisa kita lakukan hanya mengelola cinta yang ada agar tidak melukai diri sendiri bahkan orang lain. Agar cinta tidak menjadi alasan seseorang melakukan hal yang sebenarnya salah menjadi benar.

Pengertian Gangguan Bipolar



PENGERTIAN GANGGUAN BIPOLAR

Gangguan bipolar adalah salah satu masalah kejiwaan yang membuat penderitanya mengalami perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis. Misalnya dari yang murung, tiba-tiba bisa berubah menjadi sangat bahagia atau sebaliknya.
Pada fase turun atau yang disebut sebagai periode depresi, penderita gangguan bipolar biasanya akan terlihat sedih, lesu, dan tidak bergairah. Sedangkan pada fase naik atau mania, penderita kondisi ini bisa menjadi sangat bersemangat, enerjik, dan banyak bicara.

Jika dilihat dari perputaran episode suasana hati, ada penderita gangguan bipolar yang mengalami keadaan normal di antara mania dan depresi. Meski begitu, ada sebagian penderita yang mengalami perputaran cepat dari fase ke fase tanpa adanya periode normal. Tiap fase gejala yang tergolong parah dapat berlangsung hingga beberapa minggu.
Pada gangguan bipolar, ada juga penderita yang mengalami mania dan depresi secara bersamaan. Misalnya, ketika penderita merasa sangat berenerjik, di saat bersamaan dirinya juga merasa sangat sedih dan putus asa. Gejala yang jarang terjadi ini dinamakan dengan periode campuran.
Penyebab gangguan bipolar
Hingga kini para ahli belum mengetahui penyebab terjadinya gangguan bipolar. Namun mengenai gejala mania atau depresi pada penderitanya, diduga turut dipicu oleh beberapa faktor seperti adanya kelainan pada zat pengantar sinyal di otak.
Faktor pemicu lain yang tidak boleh dianggap enteng adalah stres. Banyak kasus gangguan bipolar yang terjadi pada penderita yang sering mengalami tekanan dalam hidupnya.
Selain stres, gaya hidup yang tidak baik diduga turut memiliki dampak terbentuknya gangguan bipolar dalam diri seseorang, misalnya kecanduan minuman keras dan penyalahgunaan obat-obatan.
Diagnosis gangguan bipolar
Dalam mendiagnosis gangguan bipolar, psikiater akan mencoba mengumpulkan keterangan, baik dari pasien langsung maupun dari keluarga. Psikiater akan bertanya seputar gejala, riwayat kesehatan pasien, dan riwayat kesehatan keluarganya. Misalnya apakah ada anggota keluarga pasien yang mengidap kondisi sama. Selain itu, dokter mungkin melakukan tes darah dan tes urin untuk memastikan gejala yang ada bukan disebabkan oleh penyakit lain.
Pengobatan gangguan bipolar
Tujuan pengobatan gangguan bipolar adalah untuk menurunkan frekuensi terjadinya episode-episode mania dan depresi agar penderita dapat hidup secara normal dan membaur dengan lingkungan.
Selain memperbaiki pola hidup, rencana pengobatan biasanya mencakup pemberian obat-obatan yang dikombinasikan dengan penanganan lain misalnya terapi psikologis.

Bab Manusia dan Cinta Kasih



BAB MANUSIA DAN CINTA KASIH

Pengertian Cinta Kasih

Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) saying (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan saying atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehinga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasih.
Dr. Sarwito W. Sarwono mengemukakan bahwa cinta memiliki 3 unsur, yaitu ketertarikan, keintiman, dan kemesraan. Ketertarikan adalah perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas hanya untuk dia. Keintiman adalah adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku untuk menunjukkan bahwa seseorang itu dengan seseorang lainnya sudah tidak ada jarak lagi. Sedangkan kemesraan adalah adanya rasa ingin mengenal lebih dekat dengan seseorang yang dekat dengan kita. Biasanya kemesraan ditunjukkan dengan perilaku saling bersentuhan maupun dengan ucapan atau kata-kata yang lebih mendalam.
Dan bedasarkan tingkatannya, cinta dibagi menjadi 3 tingkatan yaitu tinggi, menengah, dan rendah. Cinta tingkat tinggi adalah cinta kepada Allah SWT, Rasulullah, dan berjihad di jalan Allah. Sedangkan cinta tingkat menegah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami, dan kerabat harta dan tempat tinggal.

Cinta Menurut Ajaran Islam

Dalam ajaran agama Islam, terutama yang di jelaskan dalam Al-Qur’an, cinta memiliki beberapa pengertian.
Cinta Rahmah, cinta penuh kasih sayang, lembut, rela berkorban dan siap melindungi.
Cinta Mawaddah, cinta yang menggebu-gebu atau cinta yang membara.
Cinta Mail, cinta yang hanya bersifat sementara, sehingga seseorang tersebut ingin meminta perhatian dari banyak orang hinggal hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Contohnya adalah poligami (ketika kita sedang jatuh cinta kepada yang lebih muda, yang tua (lama) tidak diperhatikan lagi).
Cinta Shobwah, cinta yang mendorong perilaku menyimpang tanpa sanggup mengelak (secara tidak sadar dia tidak tahu apa yang telah ia perbuat). Cinta jenis ini sering dikatakan cinta buta.
Cinta Kulfah, perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positif, meski itu sulit untuk dijalani
Pada hakekatnya Cinta itu adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. pabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah SWT, maka ia akan menjadi ibadah. Dan apabila sebaliknya, jika cinta itu tidak sesuai dengan ridha Allah SWT maka akan menjadi perbuatan maksiat (seperti yang terjadi pada zaman sekarang ini).

Islam menyeru kepada cinta, yaitu cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, cinta kepada Agama, cinta kepada aqidah, juga cinta kepada sesama makhluk, sebagaimana Allah menjadikan perasaan cinta antara suami istri sebagai sebagian tanda dan bukti kekuasaan-Nya, firman Allah SWT:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (QS. Ar-Ruum: 21)”.

KESIMPULAN

Cinta memang sesuatu yang indah dan mulia, hanya ukuran dan nilai cinta berbeda beda. Cinta, khususnya antara dua pasang kekasih, terutama bila terjadi diantara dua remaja, kaum muda, maka seolah seolah dunia ini hanya mereka berdualah yang ada dan yang memilikinya.
Indah, mulia tetapi juga sering berakhir tragis seperti dikisahkan dalam cerita legendaris dari dramawan dan sastrawan Inggris William Shakespeare melalui ~ Romeo and Juliet ~ atau Sampek & Ingtay cerita cinta kuno dari Tiongkok, Siti Nurbaya oleh Marah Roesli dari Indonesia. Masih banyak lagi tentunya cerita sejenis. Cinta yang menurut alur pikiran penulisnya, pencetus kisah romantis dan melankolis ini dibumbui dengan liku liku percintaan yang mempunyai ikatan kuat dan murni, sebuah cinta sejati.
Semua ini untuk menguras airmata pembacanya. Selalu indah penuh pengorbaan dan mengharukan. Ini hanya sebuah kisah khayalan yang didramatisir. Masih adakah cinta seperti itu pada kenyataan, khususnya jaman sekarang ? Dunia yang makin maju kedepan dengan loncatan loncatan yang kadang mencengangkan dalam segala bidang, terutama `arti kebebasan` yang justru sering digunakan sebagai pintu gerbang untuk melewati batas batas yang seharusnya tetap dijaga dan tidak dilanggar.
Ladang dan kesempatan untuk melakukan hubungan cinta atau bercinta tersedia dan terbuka luas dan bebas, hampir tanpa batas dibanding jaman ketika cerita romantis yang penuh keindahan cinta itu ditulis. Sebebas terjadinya penyimpangan penyimpangan yang pada umumnya berakhir penuh derita dan penderitaan, bahkan malapetaka. Tidak sedikit menghantui sepanjang sisa hidup.
Cinta itu mulia. Cinta bisa sangat indah. Cinta itu adalah kebahagiaan, tetapi, manakala cinta itu tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan, apa yang diperkirakan, apa yang didambakan dan diharapkan dan bahkan jauh dari bayang bayang keindahan, betolak belakang dari kenyataan dan indahnya cinta yang sudah terlanjur tercipta dalam bayang bayAng dan angan angan dua sejoli, maka cinta bisa sangat menyakitkan dan menimbulkan penderitaan yang luar biasa. Salah satu atau kedua duanya yang terlibat didalamnya, bahkan pancaran baik buruknya, kebahagiaan dan kegagalan serta kesedihan yang berlanjut dengan penderitaan sering sanggup menyentuh dan dirasakan orang disekitarnya.

Tugas Ilmu Budaya Dasar Bab 2



Tugas Ilmu Budaya Dasar bab 2

TUGAS IBD MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Nama          : Hildatul Farach
Kelas           :  1TB01
NPM           : 23315162

Pengertian Manusia
            Dalam ilmu eksakta, Manusia dianggap sebagai kumpulan dari partikal-partikel yang membentuk jaringan-jaringan system yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang terkait saatu sama lain. Dan merupakan kumpulan dari energi (Ilmu Fisika). Manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam makhluk mamalia.(Ilmu Biologi).
            Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan. Disebut juga homo economicus (ilmu ekonomi). Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi). Manusia merupakan makhluk yang selalu ingin memiliki kekuasaan (ilmu politik). Manusia merupakan makhluk yang berbudaya (ilmu filsafat).

Unsur-unsur yang membangun manusia :
Jika kita berbicara tentang manusia, pasti akan menjadi perbicaraan yag sangat panjang dan tidak berujung, karena ciptaan Tuhan yang sangat sempurna ini terdapat banyak sekali hal yang dapat dijadikan bahan perbicaraan. sesuai judul postingan saya kali ini, tentang unsur-unsur pembangun manusia, akan dijabarkan apa sajakah faktor-faktor yang membangun manusia itu.
Sebenarnya ada banyak sekali unsur-unsur yang membangun manusia, namun dari sekian banyak unsur-unsur itu, di sederhanakan menjadi 2 klasifikasi. yaitu unsur jasmani dan unsur rohani.
Unsur jasmani adalah semua hal yang berhubungan dengan kebutuhan fisik manusia, seperti makan, minum, dan lain-lain. yang jika tidak di penuhi maka akan berakibat buruk bagi manusia itu.
Sedangkan unsur rohani adalah semua hal yang berhubungan dengan kebutuhan rohani, atau hati manusia. seperti agama atau keyakinan, ketenangan hati, rasa aman, rasa bahagia dan lain-lain. Unsur-unsur lain yang membaentuk manusia :
1.     Jasad : badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba dan difoto dan menempati ruang dan waktu.
2.     Hayat : mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak.
3.     Ruh : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
4.     Nafs : diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendir.
Manusia Sebagai Satu Kepribadian Mengandung Tiga Unsur :
1.     Id yang merupakan struktur  kepribadian yang paling primitif dan paling tidak tampak. Id merupakan libido murni atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex.
2.     Ego merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, berperan menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain. Perkembangan ego terjadi antara usia satu dan udua tahun.
3.     Superego merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun. Dibandingkan dengan id dan ego, superego yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal.
Hakekat Manusia

a.   Makhluk ciptann Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.

Tubuh merupakan materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia itu meninggal, tubuhnya akan hancur dan lenyap.
b.   Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.
Kesempurnaanya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Perasaan dalam diri manusia ada dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui indera. Perasaan rodani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya :
·        Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.
·        Perasaaan estetis, perasaan yang berkenaan dengan keindahan.
·        Perasaan etis, perasaan yang berkenaan dengan kebaikan.
·        Perasaan diri, perasaan yang berkenaan dengan harga diri.
·        Perasaan sosial, perasaan yang berkenaan dengan kelompuk dan masyarakat.
·        Perasaan religius, perasaan yang berkenaan dengan agama dan kepercayaan.

c.   Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi.
Manusia merupakan produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi.
d.   Makhluk ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Manusa dalam konteks kehidupan konkrit adalah makhluk alamiah yang terikat dengan lingkungannya (ekologi).
Pengertian Kebudayan
            Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam baahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti menolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “ segala sesuatu yang dihaslkan oleh akal budi manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah ata tempat tinggalnya.
Menurut E.B Taylor (1871) Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Menurut C.A Van Peursen, kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang berlainan dengan hewan-hwan, maka manusia tidak hidup begut saja ditengan alam, melainkan mengubah alam.

Unsur-unsur kebudayaan
            Yang dimaksud dengan unsur disini adalah apa saja sesungguhnya kebudayaan itu, sehingga kebudayaan disinu lebih mengandung makna totalitas dari pada sekedar penjumlahan unsur-unsur yang terdapat didalamnya.
 Unsur – unsur kebudayaan universal  :
·        Sistem religi : produk manusia sebagai homo religius.
·        Sistem organisasi kemasyarakatan : produk dari mausia sebagai homo socius.
·        Sistem pengetahuan : produk manusia sebagai homo sapiens.
·        Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi : produk manusia sebagai homo economicus.
·        Sistem teknologi dan peralatan : produk manusia sebagai homo faber.
·        Bahasa : produk manusia sebagai homo loguens.
·        Kesinian : produk manusia sebagai aesticus.

wujud kebudayaan
menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu:
·        Kompleks gagasan, konsep dan pikiran manusia : wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak,   tidak dapat dilihat dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya.
·        Kompleks aktivitas : berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat diamati atau diobservasi.
·        Wujud sebagai benda : aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untu mencapai tujuannya.

Orientasi Nilai Budaya
Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai. Secara universal menyangkut lima masaalh pokok kehidupan manusia, yaitu:
·        Hakekat hidup manusia : hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara eksterm
·        Hakekat karya manusia : setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda untuk hidup kedudukan, gerak  hidup untuk menambah karya
·        Hakekat waktu manusia : hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda, masa lalu atau mas kini
·        Hakekat alam manusia : ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam ada juga yang harus menyatu dengan alam
·        Hakekat hubugan manusia : mementingkan hubungan antar manusia baik vertikal maupun horizontal



Perubahan Kebudayaan
            Masyarakat adan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah. Tak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Terjadinya gerakan perubahan kebudayaan disebabkan oleh :
1.     Perubahan jumlah penduduk
2.     Perubahan lingkungan hidup
Perubahan ini, selain karena jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya disfungsi kebudayaan, penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan inovasi.
Perubahan sosial dan perubahan kebudayaan bebeda. Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat. Sedangkan perubahan kebudayaan atau akulturasi terjadi bila ada suatu kelompuk manusia dengan kebudayaan tertenru dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa.
Proses aklultuasi di dalam sejarah kebudayaan terjadi dari massa silam. Biasanya, suatu masyarakat hidup bertetangga dengan masyarakat- masyarakat lainnya. Pasa saat itulah unsur-unsur masing-masing kebudayaan menyusup. Beberapa masalah yang meyangkut proses tadi ialah :
A.       Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah diterma
B.       Unsur-unsur kebudayaan asing manakan yang sulit diterima
C.       Individu-individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur baru
D.       Keterangan-keterangan apakah yang timbul sebagai akibat akilturasi tersebut.

Unsur-unsur kebudayaan asing yang diterima adalah :
·        Unsur kebendaan
·        Unsur yang terbukti membawa manfaat besar
·        Unsur yang mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat

Unsur-unsur yang sulit diterima adalah :
·        Unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi.
·        Unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi.

Faktor yang Mempengaruhi Diterima atau Tidak Unsur Kebudayaan Baru :
·        Terbatasnya masyarakat memiliki hubugan atau kontak
·        Pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan
·        Sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan
·        Dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat

Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Hubugan antara manusia dan kebudayaan secara sederhana adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia dari sisi lain  hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis. Proses dialektis tercipta melalui tiga tahap :

·        Eksternalisasi    : Proses dimana manusia mengekspresikan dirinya
·        Obyektivitas       : Proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif
·        Internalisasi       : Proses dimana masyarakat kembali dipelajari manusia
           
Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini, kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan. Analisa terhadap keberadaan keduanya harus menyertakan pembatasan masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukan dengan lebiih cepat.